Udinese, yang memimpin 2-1 dari pertandingan pertama, mengelilingi wasit untuk memprotes keputusan sang pengadil yang tidak memberi hadiah penalti pada detik-detik akhir pertandingan.
Penyerang asal Jerman Mario Gomez berada di bangku pemain cadangan Fiorentina, pertama kalinya ia masuk tim sejak mengalami cedera lutut pada September, meski ia tidak dimainkan.
Fiorentina, yang terakhir kali menjuarai Piala Italia pada 2001, unggul ketika Manuel Pasqual melepaskan sepakan voli dari sudut sempit pada menit ke-14.
Antonio Di Natale kemudian nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-30, ketika tandukannya membentur tiang gawang, kemudian menciptakan peluang lain bagi dirinya dengan kelihaiannya memainkan bola namun upayanya gagal berbuah gol.
Fiorentina menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-61 melalui gol spektakuler lainnya ketika David Pizarro memberi operan kepada Juan Cuadrado di sisi kanan, dan penyerang Kolumbia itu melepaskan tembakan yang tidak dapat dihentikan ke bagian bawah tiang gawang.
Udinese, yang hanya mampu mencapai final Piala Italia pada 1922 saat kompetisi ini digulirkan untuk pertama kalinya, semestinya dapat membuat pertandingan ini harus ditentukan melalui perpanjangan waktu.
Ketegangan yang memuncak membuat Emanuel Badu diusir dari bangku pemain cadangan Udinese karena beradu argumen dengan ofisial keempat, sebelum timnya mendapat dua peluang yang disia-siakan pada menit ke-95.
Penyerang Udinese Luis Muriel berdiri bebas di sisi kanan, upayanya dapat digagalkan Neto dan bola kemudian mengarah ke Nicolas Lopez, yang sundulan lemahnya tertuju ke tangan sang kiper.
Tim tamu kemudian harus kehilangan Maurizio Domizzo yang diusir keluar lapangan karena mendebat wasit atas dugaan upaya tuan rumah membuang-buang waktu.
Fiorentina akan menghadapi Napoli atau AS Roma di final yang akan berlangsung pada 3 Mei.
(Uu.H-RF)
from ANTARA News - Olahraga http://ift.tt/1diebsf
via IFTTT
0 comments:
Post a Comment