Monday, May 19, 2014

Ghana yakin mampu lolos penyisihan grup

Jakarta (ANTARA News) - Ghana percaya diri mereka mampu lolos dari fase grup, yang dihuninya bersama Jerman, Portugal, dan Amerika Serikat (AS).

Tim berjuluk Bintang-bintang Hitam ini mencapai 16 besar pada debutnya di Piala Dunia 2006 di Jerman, dan sukses mencapai delapan besar empat tahun silam di Afrika Selatan.


Mereka sekarang bertekad menjadi tim Afrika pertama yang mampu mencapai semifinal di turnamen akbar itu.


Pada kualifikasi putaran kedua zona Afrika, catatan Ghana nyaris sempurna. Mereka memenangi lima dari enam pertandingan Grup D, untuk kemudian meloloskan mereka ke kualifikasi putaran ketiga.


Di fase ini, Ghana menang agregat 7-3 atas Mesir untuk memastikan tiket ke Brazil. Tim Afrika barat ini tampil sangat bagus saat menjamu Mesir di Kumasi pada pertandingan pertama, di mana pada pertandingan itu kapten Asamoah Gyan mencetak dua gol.


Kepercayaan Diri Pemain


Pelatih Kwesi Appiah, yang merupakan asisten pelatih pada Piala Dunia Afsel, mampu mendongkrak rasa percaya diri para pemain asuhannya, meski terdapat rumor bahwa ia akan digantikan dengan pelatih asing.


Mantan bek internasional Ghana berusia 53 tahun ini menorehkan sejarah ketika ia menjadi pelatih lokal pertama yang memimpin negara itu ke Piala Dunia pada tahun lalu.


Meski harus berhadapan dengan dua negara besar sepak bola, Jerman dan Portugal, Appiah menganggap Grup D sebagai grup yang berimbang. Ia menegaskan Ghana tidak takut dengan lawan-lawannya yang memiliki nama besar


"Kami bermain melawan Jerman, AS, dan Portugal di grup kami, namun kami sudah pergi sejauh ini dan kami tidak dapat merendahkan atau meninggikan tim manapun, pertandingan akan berlangsung dan ini adalah permainan semua orang," ucapnya, seperti dilaporkan AFP.


"Semua tim di grup kami merupakan tim yang kuat, namun kami tidak boleh takut terhadap mereka karena kualifikasi kami mendemonstrasikan kemampuan dan potensi kami."


"Jika Anda lolos ke Piala Dunia dan Anda takut terhadap lawan-lawan Anda, mungkin lebih baik Anda tidak pergi ke kompetisi itu."


Jerman, yang tiga kali menjadi juara dunia, merupakan favorit kuat untuk memenangi Grup G. Sehingga ada satu tiket lagi yang dapat diperebutkan oleh ketiga tim lainnya.


Ghana memulai perjalanan mereka dengan menghadapi AS pada 16 Juni di Natal. Sebelumnya mereka telah mengalahkan AS dalam dua pertemuan sebelumnya di Piala Dunia.


Pada 2006 Ghana menang 2-1 di fase grup, dan empat tahun kemudian mereka kembali menyingkirkan AS dengan skor yang sama pada putaran 16 besar.


Pertandingan melawan AS akan menjadi sangat penting, terlebih dengan keinginan AS untuk membalas dendam akibat kekalahan-kekalahan yang pernah dideritanya. Hal yang lebih penting lagi, kemenangan pada pertandingan pertama akan memberikan motivasi besar sekaligus dukungan psikologis bagi Ghana untuk kembali mengulangi "kisah dongeng" mereka.


Pertandingan fase grup kedua mereka adalah melawan Jerman pada 21 Juni di Fortaleza.


Sedangkan Portugal, yang diperkuat Cristiano Ronaldo, akan menjadi lawan terakhir mereka di fase grup pada 26 Juni di Brasilia.


"Ronaldo merupakan pemain terbaik dunia dan tidak diragukan lagi, ia begitu penting bagi tim Portugal, namun bagi kami, kami tidak akan terganggu dengan keberadaannya," ucapnya.


"Saya tidak cemas kami harus bermain melawan Portugal, sebab Piala Dunia merupakan panggung terbesar dan tidak ada tim kecil. Semua tim yang lolos layak berada di sana."


Appiah memiliki kemewahan ketika dirinya dapat memanggil generasi pemain-pemain terbaik Ghana yang telah member dampak nyata di level domestik dan internasional pada abad ke-21.


Kekalahan yang mereka derita saat disingkirkan Uruguay pada 2010 di perempat final masih terasa menyakitkan. Namun hal itu memberikan motivasi besar kepada para pemain yang tampil pada pertandingan itu untuk menulis ulang sejarah.


Asamoah Gyan, yang gagal mencetak gol penalti menyusul "handball" kontroversial Luis Suarez di mulut gawang, akan menjadi sosok dengan misi menambahi rekor golnya untuk Ghana, di mana saat ini ia telah mengemas 38 gol internasional.


Hadirnya Essien memberi suntikan semangat yang besar kepada Ghana, terlebih lagi gelandang berpengaruh ini absen pada Piala Dunia 2010 akibat cedera yang sempat mengancam kariernya.


Essien terlihat kembali ke permainan terbaiknya saat mereka menghancurkan Mesir, dan ia diharapkan mampu mempertahankan level permainan seperti itu saat dirinya bugar dan bebas cedera.


Bintang AC Milan itu akan bergabung di lini tengah bersama Kwadwo Asamoah, Andre Ayew, dan Kevin-Prince Boateng. Keempat pemain ini dapat menghadirkan permainan dinamis, bertenaga, dan cepat yang dapat menghadirkan masalah bagi lawan-lawan di Piala Dunia.


Ghana juga dapat memanggil dua pemain paling bersinar dalam diri Jordan Ayew dan Abdul Majeed Waris, yang keduanya tampil sangat impresif untuk urusan mencetak gol di Liga Prancis bersama Sochaux dan Valenciennes.


Tim Ghana:


Kiper: Adam Larsen Kwarasey (Stromgodset), Fatau Dauda (Orlando Pirates), Stephen Adams (Aduana Stars)


Bek: Samuel Inkoom (Platanias), Daniel Opare (Standard Liege), Harrison Afful (Esperance), Jeffery Schlupp (Leicester City), John Boye (Rennes), Jonathan Mensah (Evian), Rashid Sumaila (Mamelodi Sundowns), Jerry Akaminko (Eskiehirspor)


Gelandang: Michael Essien (AC Milan), Sulley Ali Muntari (AC Milan), Rabiu Mohamed (Kuban Krasnodar), Kwadwo Asamoah (Juventus), Emmanuel Agyemang Badu (Udinese), Afriyie Acquah (Parma), Christian Atsu (Vitesse), Albert Adomah (Middlesborough), Andre Ayew (Olympique Marseille), Mubarak Wakaso (Rubin Kazan), David Accam (Helsinborg)


Penyerang: Asamoah Gyan (Al Ain), Kevin Prince Boateng (Schalke), Abdul Majeed Waris (Valenciennes), Jordan Ayew (Sochaux)


Penerjemah: A Rauf Andar Adipati







from ANTARA News - Olahraga http://ift.tt/1mP7qSi

via IFTTT

0 comments:

Post a Comment