Scholes melukiskan bahwa pengalaman bermain melawan Barcelona sungguh "tidak terlupakan". Pernyataan Scholes ini merujuk kepada pengalaman negatif bahwa Manchester United menelan dua kekalahan di final Liga Champions pada 2009 dan 2011.
"Dari banyak laga yang pernah saya jalani ketika menghadapi mereka, saya menilai penampilan mereka begitu menguasai segala lini," tulis Scholes dalam kolom sepak bola yang dimuat di harian Independent.
Mantan gelandang timnas Inggris itu juga menulis bahwa Barcelona mengembangkan gaya bermain yang mengandalkan "kecepatan dan penetrasi" di semua lini.
"Ketika saya coba merumuskan semangat tim, dengan menyertakan kemampuan kerjasama antar individu, saya sampai kepada kesimpulan bahwa mereka mengalami kejenuhan," kata Scholes sebagaimana dikutip dari situs Daily Mail.
Xavi dan Sergio Busquets merupakan dua bintang Barcelona yang berperan dalam mendistribusikan operan-operan pendek. Pola ini banyak diterapkan di dunia sepak bola modern.
Barcelona kehilangan gelar La Liga setelah kalah dari Atletico Madrid pada musim lalu.
Penerjemah: AA Ariwibowo
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2014
from ANTARA News - Olahraga http://ift.tt/1z1458U
via IFTTT
0 comments:
Post a Comment